Sebanyak 4545 item atau buku ditemukan

Manajemen Sumber Daya Manusia Kekepalasekolahan “Melejitkan Produktivitas Kerja Kepala Sekolah dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi”

Sekolah sebagai lembaga pendidikan bertugas menyelenggarakan proses pendidikan dan proses belajar mengajar dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ditinjau dari komponennya, ada beberapa unsur atau elemen utama dalam organisasi sekolah/madrasah. Unsur-unsur tersebut meliputi: (1) sumber daya manusia, yang mencakup kepala sekolah, guru, pegawai administrasi, dan siswa, (2) sumber daya material, yang mencakup peralatan, bahan, dana, dan sarana prasarana lainnya, (3) atribut organisasi, yang mencakup tujuan, ukuran, struktur tugas, jenjang jabatan, formalisasi, dan peraturan organisasi, (4) iklim internal organisasi, yakni situasi organisasi yang dirasakan personel dalam proses interaksi, dan (5) lingkungan organisasi sekolah. Keberhasilan organisasi sekolah banyak ditentukan keberhasilan kepala sekolah dalam menjalankan peranan dan tugasnya. Peranan adalah seperangkat sikap dan perilaku yang harus dilakukan sesuai dengan posisinya dalam organisasi. Peranan tidak hanya menunjukkan tugas dan hak, tapi juga mencerminkan tanggung jawab dan wewenang dalam organisasi. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tugas untuk memimpin sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan sekolah. Kepala sekolah diharapkan menjadi pemimpin dari inovator di sekolah. Oleh sebab itu, kualitas kepemimpinan kepala sekolah adalah signifikan bagi keberhasilan sekolah. Kepala sekolah perlu memiliki kemampuan untuk memberdayakan seluruh sumber daya manusia yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Kepala sekolah berada di garda depan untuk menggerakkan kegiatan dan menetapkan target sekolah/ madrasah. Keputusan-keputusan penting yang berdampak besar bagi organisasi (sekolah/madrasah) terlahir darinya. Maka, eksistensi dan fungsi kepala sekolah sangat penting untuk dikaji, dirumuskan, dan dikembangkan guna memenuhi harapan publik akan terwujudnya lembaga pendidikan yang bermutu. Profesionalitas kepala sekolah menjadi syarat mutlak terwujudnya sekolah/madrasah yang berdaya saing tinggi. Kalau kepala sekolah pasif, apatis, dan miskin ide, maka sekolah akan mengalami kemunduran. Oleh karena itu, jangan meremehkan posisi kepala sekolah. Karena, sebaik apapun sistem yang dibangun, kalau pemimpinnya buruk, maka akan sulit melakukan perubahan signifikan dalam organisasi. Terlebih jika pemimpin yang berfungsi sebagai penjaga gawang organisasi tidak proaktif, bahkan sangat suka mempertahankan status quo dan menutup peluang pembaharuan. Di sinilah urgensinya mengembangkan kualitas kepala sekolah agar mampu memimpin sekolah/madrasah secara dinamis, kompetitif, dan produktif sesuai tantangan zaman. Peran kepala sekolah seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki dua peran besar dalam melaksanakan tugasnya, pertama sebagai manajer dan kedua sebagai pemimpin. Kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi di sekolah, sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan terhadap kemajuan sekolah, sehingga kepala sekolah mempunyai wewenang yang lebih luas dalam menentukan pencapaian tujuan yang mengarah pada keberhasilan serta peningkatan mutu pendidikan. Buku Manajemen Sumber Daya Manusia Kekepalasekolahan ini merupakan pengembangan dari Bab 1, 2 dan 3 Disertasi yang berjudul “Pengaruh Kompetensi, Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja serta Implikasinya pada Produktivitas Kerja Kepala Sekolah di Madrasah Tsanawiyah Propinsi Lampung” yang penulis susun guna menyelesaikan pendidikan Program Pascasarjana Strata Tiga (S-3) Ilmu Manajemen, konsentrasi Manajemen SDM pada Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta.

A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen terdiri dari enam unsur (6M) yang meliputi man, money, materials, machines, method, dan market. Selanjutnya unsur man (manusia) ini berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen ...

Perubahan Pengetahuan Teknologi Mendukung Kualitas Sumber Daya Manusia di Era New Normal

meningkatkan kualitas sumber daya manusia organisasi di mana contextual intelligence yaitu kemampuan seseorang mengadaptasi diri mereka di dalam apa saja situasi yang dituntut dilingkungan kerja dan sosial dalam meningkatkan kualitas ...

Pengembangan sumber daya manusia

di antara peluang dan tantangan

Human resources development and its challenge in Indonesia; collection of articles.

Human resources development and its challenge in Indonesia; collection of articles.

Uji Kuesioner Penelitian Manajemen Sumber Daya Manusia (Aplikasi SPSS Dan AMOS)

Buku "Uji Kuesioner Penelitian Manajemen Sumber Daya Manusia (Aplikasi SPSS dan AMOS)" Ini menjelaskan hal dasar dalam metode penelitian yang dibutuhkan oleh para mahasiswa maupun peneliti kuantitatif, terutama dalam skema manajemen sumber daya manusla. Metode yang dijelaskan berupa pengujian validitas dan uji reliabilitas Instrumen pengumpul data (kuesioner) yang sering digunakan dalam penelitian Manajemen Sumber Daya Manusla. Adapun penjelasan berfokus pada penelitian melalui aplikasi statistik dengan software SPSS dan AMOS. Penjelasan dalam buku dlsajikan secara lengkap mulai dari karakter metode penelitian kuantitatif, desain survei, kuesioner hingga uji validitas dan uji reliabilitas.

Buku "Uji Kuesioner Penelitian Manajemen Sumber Daya Manusia (Aplikasi SPSS dan AMOS)" Ini menjelaskan hal dasar dalam metode penelitian yang dibutuhkan oleh para mahasiswa maupun peneliti kuantitatif, terutama dalam skema manajemen sumber ...

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERILAKU ORGANISASI: PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI

Buku ini membahas tentang gaya kepemimpinan yang bagaimana yang dapat menciptakan suasana kerja menjadi harmonis. Di dalamnya penulis mengacu pada berbagai teori Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi yang berhubungan dengan peran kepemimpinan, sifat, perilaku, tempat, waktu atau kondisi dan situasi di mana kepemimpinan itu diterapkan. Tidak bisa dipungkiri, gaya kepemimpinan memang mempengaruhi kepuasan kerja pegawai. Namun perlu disesuaikan dengan situasi para pegawai pada organisasi tersebut. Hal ini perlu diseimbangkan agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman bagi para pegawai sehingga visi dan misi dari suatu organisasi dapat tercapai dengan baik. Buku ini sangat cocok untuk mempelajari gaya kepemimpinan yang diperlukan serta bagaimana mengambil kebijakan yang baik dalam sebuah organisasi. Selamat membaca..!

Buku ini membahas tentang gaya kepemimpinan yang bagaimana yang dapat menciptakan suasana kerja menjadi harmonis.

RISET DAN SEMINAR SUMBER DAYA MANUSIA

Suatu proses kegiatan penyelidikan (investigasi) atau eksplorasi terhadap suatu masalah yang dilakukan menurut kaidah dan metodologi tertentu secara ilmiah dan sistematis dinamakan dengan riset. Tujuan dilakukan riset adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, menemukan fakta yang baru, atau melakukan penafsiran yang lebih baik. Sedangkan dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, permasalahan yang dihadapi manajemen bukan hanya terdapat pada bahan mentah, alat-alat kerja, mesin-mesin produksi, uang dan lingkungan kerja saja, tetapi juga menyangkut karyawan (sumber daya manusia) yang mengelola factor produksi lainnya tersebut. Tujuan SDM adalah meningkatkan kontribusi produktif orang-orang yang ada dalam perusahaan melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis, dan sosial. SDM mendorong para manajer dan tiap karyawannya untuk melaksanakan strategi yang telah diterapkan oleh perusahaan. Untuk mendukung para pimpinan yang mengoperasikan departemen-departemen atau unit-unit organisasi dalam perusahaan. Berdasarkan hal tersebut maka, buku ini menyajikan segala yang dibutuhkan oleh para pengelola riset dan seminar sdm dalam menjalankan roda perputaran pengelolaan riset dan seminar SDMnya agar dapat menciptakan kualitas dan kuantitas sdm yang baik. Oleh sebab itu buku ini hadir kehadapan sidang pembaca sebagai bagian dari upaya diskusi sekaligus dalam rangka melengkapi khazanah keilmuan dibidang riset dan seminar SDM, sehingga buku ini sangat cocok untuk dijadikan bahan acuan bagi kalangan intelektual dilingkungan perguruan tinggi ataupun praktisi yang berkecimpung langsung dibidang riset dan seminar SDM.

Suatu proses kegiatan penyelidikan (investigasi) atau eksplorasi terhadap suatu masalah yang dilakukan menurut kaidah dan metodologi tertentu secara ilmiah dan sistematis dinamakan dengan riset.